Kisah 2 Pegiat SLiMS Jogja di Acara GenNext International Conference Brunei Darussalam

Dunia PerpustakaaN || Selasa pagi, tanggal 11 Oktober 2012 di Hall Universiti Brunei Darussalam, dua orang pegiat SLiMS Jogja naik podium pada sebuah konferensi internasional bertajuk “Emerging Technology: new direction for libraries” http://gennextbrunei.wordpress.com/. Dua orang ini adalah Heri Abiburachman Hakim dan Purwoko. Judul makalah yang mereka paparkan adalah “SLiMS Community: building the network through an open source software”.

Kedua pegiat ini mendapat kesempatan presentasi di Brunei Darussalam dalam kapasitasnya sebagai pustakawan UGM (Purwoko), ISI Yogyakarta (Heri Abiburachman Hakim), dimana keduanya merupakan anggota FPPTI DIY. Kesempatan yang datang tiba-tiba itu bermula dari tawaran Kepala Perpustakaan UGM yang juga Penasehat FPPTI DIY, Drs. Ida Fajar Priyanto. Daftar lengkap delegasi sekaligus makalah adalah sebagai berikut:

  • Mobile Application for JLA ( Umi Proboyekti & Budi Susanto, Duta Wacana Christian University, Yogyakarta, Indonesia)
  • Knowledge Sharing in Practice : a Case Study in the Yogyakarta Library ( Fransisca Rahayuningsih & Anastasia Tri Susiati, Sanata Dharma University Library &Atma Jaya Yogyakarta University Library, Indonesia)
  • SLiMS Community: Build the Networks Through Open Source Softwar (Purwoko (Gadjah Mada University Library) and Heri Abi Burachman Hakim (Indonesian Institute of Arts Library, Yogyakarta) [ Presentasi dapat dilihat di http://prezi.com/bunlt2wzbh8j/slims-brunei-fix1/ ]

Dalam presentasinya, Heri mengawali dengan pokok masalah yang mendasari penulisan makalah. Masalah tersebut adalah: kompetensi teknologi informasi, dan implementasi TI yang kebanyakan harus mengeluarkan biaya untuk pembelian software.

Kemudian Heri memaparkan tentang SLiMS, Opensource, SLiMS developer, SLiMS user. Presentasi berikutnya disambung oleh Purwoko yang menyampaikan JLN, produk komunitas SLiMS Jogja, Produk komunitas SLiMS secara umum, persoalan dan pemecahan pada komunitas dan kesimpulan. Slide ditutup dengan “they said about SLiMS” yang menampilkan testimoni dari pegiat SLiMS Spanyol, Malaysia dan dari NGO Internasional.

The power of community movement, merupakan salah satu kunci dari pergerakan SLiMS dan komunitas SLiMS sehingga menghasilkan berbagai kesuksesan. Menekan biaya implementasi TI di perpustakaan, meningkatkan kompetensi TI para pustakawan dan membuat perpustakaan/pustakawan/content perpustakaan menjadi berjejaring.

“Nice presentation”, begitu kata Prof. Edmund dari Australia. Prof. Edmund juga sempat menyebut SLiMS pada presentasinya, sebagai salah satu software open source yang dapat membantu pengelolaan perpustakaan. Demikian juga Joe Murphy, yang juga sempat mengatakan “your contents is very good” ketika delegasi Indonesia ini berpamitan pulang, Rabu pagi.

Selepas presentasi, beberapa peserta mengajak diskusi Heri dan Purwoko. Beberapa di antaranya: Jacky dari Singapura, Prof. …. dari ITM Mara Malaysia, serta seorang peserta dari Brunei. Salah satu pembicara bahkan bertanya dalam forum tentang siapa inisiator SLiMS ini. Dengan lugas pertanyaan itu dijawab: “Hendro Wicaksono and Arie Nugraha, lengkap dengan sekilas sejarah lahirnya SLiMS.

sumber : Blog.JogjaLib.NET

One response to “Kisah 2 Pegiat SLiMS Jogja di Acara GenNext International Conference Brunei Darussalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s