Pengunjung Perpustakaan Jembrana Bali Meningkat, Tenaga Pustakawan Minim

Dunia PerpustakaaN || Untuk menambah minat membaca masyarakat Jembrana, kini Kantor Perpustakaan dan Arsip Jembrana dipindahkan ke Gedung kesenian Bung Karno sejak Januari 2012. Waktu buka perpustakaan diperpanjang sampai pukul 19 wita, memberi efek yang sangat positif bagi pengunjung Perpustakaan. Ironisnya, walaupun pengunjung bertambah tetapi tidak diimbangi dengan SDM nya.

Menurut Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Jembrana IA Made Dharma Yanti Putra saat di konfirmasi Selasa (9/10/12) mengatakan memang benar petugas perpustakaan belum berimbang bahkan hanya satu orang Pustakawan yang bertugas Ni Wayan Wardani, yang baru bertugas dari 3 bulan yang lalu. “Kita kendalanya hanya di bagian ini, namun kita sudah berusaha menambah SDM untuk memaksimalkan kualitas“ jelas Dharma Yanti.

Untuk Perpustakaan yang memiliki koleksi buku mencapai 20.000 lebih idealnya biasanya sampai mempunyai pustakawan minimal empat orang. Bahkan kebanyakan staf yang bertugas dari basic yang berbeda. “Ini ada yang pindahan dari RS Negara, lulusan ekonomi. Ada juga yang kita tarik dari sekolah. Tapi kita sama-sama belajar,” ungkapnya, seperti dilansir dari metrobali.com (12/10/12).

Hal ini memang sangat perlu diimbangi dengan pustakawan yang cukup. Apalagi minat baca masyarakat Jembrana belakangan untuk berkunjung diakui meningkat setelah lokasi Perpustakaan Jembrana dipindahkan ke salah satu tempat rekreasi favorit di Pusat Kota Negara, yakni di Gedung Kesenian Bung Karno.

Untuk mengimbangi hal tersebut di antisipasi dengan pebagian tugas jaga. Sebagai PNS, diambil kebijakan untuk membuka kantor Perpustakan hingga pukul 19.00 Wita. Semangat tersebut diberlakukan dengan sistem shift, sehingga dapat menyeimbangi minat dari masyarakat. Karena yang bertugas PNS maka hari sabtu dan Minggu tutup.

“Kecuali Sabtu dan Minggu memang kita tetap tutup. Biasanya yang paling ramai itu hari Jumat, bisa sampai 167 orang,” katanya.Untuk menmbah peran perpustakaan bagi masyarakat saat ini ditambah adanya perpustakaan keliling yang difokuskan untuk menayasar dua Sekolah Dasar (SD) per hari kerja. “Tahun ini memang sasaran SD. Untuk saat ini masalahnya hanya kurangnya pustakawan itu saja,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s