Dari Staf Ahli Walikota, Digeser Jadi Staf Perpustakaan

Dunia PerpustakaaN || Mutasi demosi selalu menyakitkan bagi seorang pejabat. Terlebih jika alasan mutasi itu tidak jelas seperti yang menimpa Mandung Sulaksono, mantan staf ahli Wali Kota Kediri yang dimutasi menjadi staf biasa di Kantor Perpustakaan Kota Kediri.

Karena terkena mutasi demosi menjadi staf biasa, Mandung juga kehilangan eselonnya. Meski begitu, pria berkumis tebal itu terlihat tegar dan legowo menerima jabatan barunya sebagai staf biasa di Kantor Perpustakaan.

Namun karena SK mutasinya belum diterima, Mandung mengaku masih belum masuk ke tempat tugasnya yang baru. “Meski pejabat baru sudah dilantik, sampai saat ini saya masih belum menerima salinan SK mutasi. Padahal pejabat lain yang dilantik semuanya sudah mendapatkan SK mutasinya,” ungkap Mandung Sulaksono kepada sejumlah wartawan, seperti dikutip dari surabaya.tribunnews.com, Senin (15/10/2012).

Dijelaskan Mandung, dia tidak mengetahui alasan tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) melakukan mutasi demosi dirinya. Apalagi selama menjadi staf ahli dirinya tidak pernah mendapatkan teguran lisan atau tertulis jika melakukan kesalahan dari Kantor Inspektorat.

“Teguran lisan pun sampai sekarang belum pernah saya terima apalagi terguran tertulis. Kami memang tidak pernah memberikan pertimbangan kepada walikota, karena tidak pernah diminta,” tambahnya.

Termasuk absensi masuk tetap dilakukan. Sebelum menjadi staf ahli walikota, Mandung menjadi Kepala Kantor Dinas Tata Ruang Kebersihan dan Pertamanan (DTRKP), karena dinilai gagal mempersembahkan Piala Adipura, Mandung kemudian digeser menjadi staf ahli walikota.

Karena alasan mutasi demosi yang menimpanya tidak jelas, Mandung telah mempertanyakan masalah itu kepada Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Drs Wahid Anshori serta Ketua Baperjakat yang juga Sekkota Kediri Agus Wahyudi.

Sumber Surya menyebutkan, mutasi yang menimpa Mandung tidak terlepas dari keberpihakannya kepada salah satu calon walikota yang bakal ikut running pada Pilwali Kota Kediri tahun depan. Bahkan ada yang menyebutkan jika Mandung juga bakal maju dalam pilwali.

Hanya saja sinyalemen itu langsung ditepis Mandung yang mengaku dirinya tetap bersikap netral menjelang pilwali. Soal tudingan bakal ikut pilwali juga langsung dibantahnya. “Kalau itu alasannya jelas tak benar, modal darimana untuk maju. Kami memang sering cangkruk di warung, tapi tidak membahas masalah pilwali,” ungkapnya.

Sementara Wali Kota Kediri dr Samsul Ashar sebelumnya menjelaskan terkait masalah mutasi dirinya hanya menyetujui daftar nama pejabat yang telah diajukan dari Baperjakat. “Mutasi itu kewenangan dari Baperjakat yang telah membahasnya,” ujarnya.

Namun Ketua Baperjakat Drs Agus Wahyudi saat dikonfirmasi Surya kemarin enggan memberikan penjelasan terkait alasan mutasi demosi yang menimpa Mandung. “Itu tidak tepat ditanyakan kepada saya,” tuturnya.

Sementara terkait masih belum diterimanya SK mutasi Mandung dijelaskan Agus jika yang bersangkutan memang belum menerima salinan SK mutasi karena memang belum dikirim. “SK-nya memang belum dikirim, nanti yang bersangkutan juga bakal menerimanya,” jelasnya.

Menyusul terjadinya kisruh masalah mutasi di Pemkot Kediri, rencananya Komisi A DPRD Kota Kediri bakal melakukan hearing dengan pihak terkait masalah membahas mutasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s